Cara Bisnis Pakaian Bekas Import untuk Pemula yang Mudah

Berbisnis baju bekas dari import memang bisa dibilang merupakan langkah yang jeli. Pasalnya, baju yang dianggap tidak memiliki arti ini bisa dijadikan peluang bisnis. Salah satu wilayah yang populer dengan menjadi tempat berjualan pakaian bekas adalah beberapa kawasan di Bandung. Sebut saja Cimol Gedebage, Cimol Caringin, dan Cimol Kebun Kelapa. Yuk, kita simak ulasan tentang cara bisnis pakaian bekas import di artikel berikut ini.

Mengetahui Peluang Bisnis Baju Bekas Import

Di Indonesia, peminat baju bekas dari sisa import semakin hari semakin bertambah banyak. Tidak hanya harganya yang murah, baju bekas sisa import memiliki kualitas yang sangat bagus. Kebanyakan memang baju bekas dari jenis ini masih layak pakai dan bahkan beberapa diantaranya adalah baju-baju bermerek mahal.

Pelaku usaha dari sektor ini bahkan banyak yang masih berstatus mahasiswa. Hal ini wajar mengingat kalangan anak muda lah yang menjadi pangsa utama dalam bisnis baju bekas import dimana mereka senang mengenakan pakaian branded dan disebut mengikuti fashion terkini. Dengan adanya baju bekas import, maka kebutuhan akan dunia fashion ini terpenuhi.

Bagi Anda yang bermain di bisnis ini, Anda tidak perlu takut rugi karena baju tidak laku. Sebenarnya, yang Anda takutkan harusnya adalah bagaimana Anda bisa mendapat stok baju yang bagus dan berkualitas tanpa mengurangi keuntungan Anda. Inilah mengapa, selain modal dan juga daya tarik konsumen, pengalaman juga sangat dibutuhkan untuk bisa sukses di bisnis satu ini.

Tips Memulai Usaha Baju Bekas Import

Umumnya, baju bekas dijual dalam bentuk bal segel yang mana kualitasnya pun bervariatif. Tapi jika Anda pandai memilih, maka barang bekas ini bisa mendatangkan keuntungan menggiurkan hingga belasan juta rupiah sebulan. Untuk itu, bagi Anda yang akan berbisnis di sektor ini, ada baiknya Anda memperhatikan beragam tips untuk mengurangi resiko kerugian. Nah, bagi Anda yang tertarik dengan peluang usaha satu ini, maka ada baiknya Anda mengikuti tips-tips suksesnya, antara lain :

  1. Gali Informasi Dari Pelaku Bisnis Lama

Pertama, Anda harus mampu menggali informasi penting dari para pelaku bisnis yang sudah lebih dulu terjun di sektor ini. Seperti yang sudah dikatakan di atas, bermain bisnis dalam baju bekas import dibutuhkan pengalaman. Karena Anda belum memilikinya, maka Anda harus menggali pengalaman tersebut dari orang lain.

Cobalah menjalin pertemanan dengan para pelaku bisnis lama dan cari tahu seluk-beluk dari bisnis satu ini. Gali semua informasi seperti dimana mereka mendapatkan supplier, berapa harga jual yang ada di pasaran, bagaimana prospek dan resikonya, serta apa saja hambatan yang sering dialami oleh mereka yang berjuang di usaha satu ini. Tentunya, mempelajari hal-hal tersebut sebelum terjun langsung akan sangat bermanfaat bagi Anda yang memang masih awam.

  1. Siapkan Modal

Kedua, Anda tentu saja harus menyiapkan modal. Untuk membeli satu bal pakaian bekas import, Anda biasanya akan membayar sekitar 1 juta – 3 juta rupiah. Siapkan modal dengan seksama dan hitung juga bagaimana pengeluaran-pengeluaran yang Anda lakukan agar bisa sesegera mungkin mencapai Break Event Point dan memperoleh keuntungan.

  1. Temukan Supplier Pakaian Bekas

Selanjutnya, Anda harus bisa menemukan supplier yang bisa menjadi pemasok pakaian bekas import kepada toko Anda. pilih supplier yang mampu memberikan kualitas pakaian yang meski seken tapi terbukti tidak murahan dan tidak abal-abal.

  1. Tentukan Cara Berjualan

Anda juga harus menentukan cara berjualan pakaian ini. Jika Anda ingin fokus di jualan online saja, maka Anda harus gencar melakukan promosi via social media atau platform-platform gratis yang ada di Indonesia. Namun jika Anda ingin berjualan dengan sistem mobile, maka Anda bisa menggunakan kendaraan untuk berkunjung dari satu tempat ke tempat lain. Begitu juga jika Anda ingin memasang produk-produk Anda di toko, maka Anda harus menyiapkan dana untuk sewa atau beli ruko.

  1. Kemas Produk dengan Menarik

Baju-baju bekas ini tidak bisa langsung dijual, melainkan harus dipilah lebih dulu, disortir kualitasnya, dan juga dilakukan pengemasan sedemikian rupa. Untuk pengemasan pun, baju ini harus distem dulu, kemudian diberi pewangi, lalu dikemas dalam plastik dan diberi banderol agar terlihat “baru” kembali.

  1. Banderol Harga Miring

Terakhir, Anda harus membanderol harga baju bekas ini dengan harga yang miring alias memiliki selisih yang jauh dibanding harga barunya. Meski Anda sudah menyulap baju ini menjadi baju ‘baru’ lagi, namun Anda tidak boleh menipu pelanggan dengan membanderol harga semahal baju aslinya. Apalagi untuk baju-baju bermerek. Untuk itu, para pelaku bisnis baju bekas biasanya menetapkan harga pasar sekitar 50 ribu rupiah untuk baju-baju bermerek dengan kualitas masih 90% bagus.

Demikian ulasan tentang cara bisnis pakaian bekas import yang mudah dan efektif untuk para pemula di sektor ini. Tidak ada bisnis yang tidak menanggung resiko, namun juga tidak ada bisnis yang tidak mendatangkan keuntungan. Maka dari itu, Anda masih bisa belajar dan mencoba menjadi profesional di dalam sektor ini seiring waktu berjalan. Semoga ulasannya bermanfaat untuk Anda.