Dipindahkannya ibu kota dari Pulau Jawa ke Kalimantan, tidak membuat Jakarta berubah menjadi kota mati. Jakarta tetap menjadi kiblat ekonomi nasional. Sayangnya, meski menjadi pusat ekonomi nasional, Jakarta masih menyimpan pesoalan serius dalam bidang ekonomi itu sendiri. Persoalan yang ada di antaranya adalah masih sulitnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat Jakarta.

Sulitnya lapangan pekerjaan ini menjadikan angka pengguran di Jakarta kerap mengalami peningkatan. Berdasarkan data per Agustus 2019, angka pengangguran di Jakarta mencapai 5.157.880 jiwa. Sementara, per Agustus 2018, angka pengangguran di Jakarta baru saja menyentuh angka 5.041.630 jiwa. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan angka pengangguran dari tahun sebelumnya.

Keadaan ini semakin diperparah dengan semakin tingginya harga kebutuhan bahan pokok. Jika terus dibiarkan, masyarakat tidak akan mencapai kesejahteraan dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan dalam suasana urban. Sehingga, hal ini sangat mungkin menyebabkan ketimpangan sosial yang semakin melebar. Diperlukan adanya program atau pola baru dalam memberantas kemiskinan di Jakarta.

Program yang diperkenalkan ini bernama Ok Oce atau merupakan akronim dari One Kecamatan, One Center of Enterpreneurship. Artinya, satu kecamatan sebagai satu pusat kewirausahaan. Program ini didirikan oleh Sandiaga Uno dan bertujuan untuk menciptakan kemandirian finansial bagi masyarakat Indonesia, serta menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat luas secara terintegrasi dan berkualitas.

Sebagai wujud terealisasinya program ini, dideklarasikan pula jaringan wirausaha Ok Oce yang merupakan bagian dari solusi yang terintegrasi guna mengurangi pengangguran dan mengatasi tingginya harga kebutuhan pokok. Jaringan usaha ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para calon wirausaha atau yang sudah menjadi wirausaha, dengan pendidikan non formal.

Jaringan wirausaha dari program ini memiliki konsep utuh yang diwujudkan dengan menggunakan metode C3P. Apa itu C3P? C3P merupakan suatu akronim dari metode Coaching, Pelatihan, Pendampingan, dan Akses Permodalan Pelatihan dan Pendampingan. Untuk memajukan wirausaha melalui jaringan wirausaha ini, pendampingan saja tidak cukup, maka dibutuhkan coaching dan pelatihan.

Tentu saja coaching dan pelatihan ini adalah hal yang krusial untuk membuat program berjalan sesuai dengan misi dan lancar dijalankan para calon pelaku usaha. Sebab, coaching dan pelatihan bukan hanya dapat menambah ilmu para calon pelaku usaha, melainkan juga berpengaruh untuk membangun mental para calon wirausaha atau wirausaha yang terdaftar sebagai anggota.

Program jaringan wirausaha ini dimulai dengan membuat pendaftaran untuk kurang lebih 200 ribu warga Jakarta yang kemudian dibagi menjadi 4 tingkat kelas. Tingkatan yang pertama dinamakan silver. Kriteria tingkat pertama adalah mereka yang belum pernah sama sekali melakukan praktik usaha atau belum pernah berwirausaha, namun berniat untuk menjadi wirausaha.

Tingkatan yang kedua adalah gold yang merupakan warga yang sudah menjadi wirausaha, namun membuauthkan strategi branding dan marketing pada bidang usahanya. Kemudian, tingkatan yang ketiga adalah platinum. Tingkatan ini memiliki kriteria, yaitu warga yang sudah menjadi wirausaha dan memiliki keuntungan usaha yang sudah bisa untuk menutup biaya opersional usahanya.

Tingkatan yang keempat atau yang terakhir adalah warga dengan kriteria sudah memiliki usaha atau sudah menjadi wirausaha, sudah mendapatkan keuntungan yang melebihi biaya operasionalnya, dan berniat untuk membesarkan usahanya ke arah yang lebih maju lagi dengan cara mencari rekanan. Bisa juga ia ingin mencari rekanan lain untuk mengembangkan usahanya ke bidang yang lain.

Keempat tingkatan inilah yang nantinya akan dilatih dengan coach andal dan berkualitas sesuai dengan kelasnya. Pada masing-masing kelas juga bisa saling bertukar ide dan sharing pengalaman. Dengan begitu masing-masing mereka memiliki jaringan yang kuat. Selain itu, keuntungan lainnya yang akan didapatkan jika mendaftar keanggotaan jaringan wirausaha program ini, yaitu:

  • Bagi mereka yang belum mendapatkan ide usaha, bisa mendapatkan ide usaha dengan lebih mudah. Karena aka nada pelatihan untuk ide usaha yang sesuai dengan passion dan kebutuhan para anggota jaringan wirausaha.
  • Memiliki banyak jaringan karena anggotanya kurang lebih mencapai 200 ribu jiwa di 44 kecamatan. Sehingga, memudahkan Anda untuk mengembangkan usaha ke ranah yang lebih luas lagi.
  • Mencari reseller, pembeli, dan penjual menjadi lebih mudah.
  • Terdaftar resmi dalam direktori usaha program Ok Oce.
  • Mendapatkan nomor faksimili atau fax secara gratis, karena program ini bekerjasama dengan Coach Faran Network dan mFax.
  • Berkesempatan untuk membuat desain logo, kartu nama, dan brosur tanpa biaya alias gratis sepenuhnya.

Anda tidak perlu khawatir program akan mandek di tengah jalan, karena program jaringan wirausaha Ok Oce akan terus berlanjut. Bahkan kedepannya, program ini akan ditargetkan menjangkau seluruh wilayah di Indonesia agar masyarakat Indonesia bisa mandiri secara finansial. Dengan syarat, para calon pelaku usaha harus mendaftarkan diri terlebih dahulu sebagai anggota jaringan wirausaha.

Jaringan Wirausaha Ok Oce
Scroll to top